KARIMUNJAWA


Entah berawal dari mana, saya kembali meng-organize trip and itienary tujuan Karimunjawa. Kali ini peserta terkumpul adalah 5 orang. Saya, Vera, Vivie, Zahra, Cq, dan Surya. Berbekal internet unlimited di kantor, hari2 lebih sering saya habiskan untuk browsing informasi tour atau cerita-cerita pengalaman dan rekomendasi dari para blogger. (semoga atasan saya tidak membaca ini)

Saat itu kami sepakat menggunakan jasa tour kekarimunjawa.com dengan Rp 1.450.000,-/orang. Paket ini termasuk mahal sih, tapi kami bisa request khusus tempat menginap berdasarkan hasil nanya mbah Google; yaitu omahalchy untuk trip 3h2m. Berhubung kami merasa terlalu singkat, kami sengaja menyusun untuk extend satu hari di Omah Alchy untuk sekedar bersantai menikmati hari terakhir.

Berikut kisah singkat saya.. (semoga sih bisa singkat..) ^,^


DAY 1
  
*si kebo mandi dulu biar seger*
Saya sebagai kordinator dan seksi transportasi sudah standby cuci alat transportasi dari sore dan jemput peserta satu per satu mulai dari bandara, sampai ke rumah masing-masing. (seksi transportasi apa driver ya?)
Jam 12 malam baru terkumpul seluruh peserta dan berhenti di sebuah restoran cepat saji 24 jam untuk briefing dan collecting biaya perjalanan dan ‘uang kas’ group. Setelah negosiasi alot, akhirnya selesai jam 2 pagi dan perjalanan dimulai dengan doa bersama dan selfie bersama.

*semangat memulai perjalanan*
DAY 2


Tiba di Jepara jam 6 pagi, setelah sarapan di sebuah warung soto kami lanjutkan ke pelabuhan dan menumpang di salah satu hotel disana untuk mandi dengan membayar Rp 150.000,-
 
*seger habis mandi dan masih putih*

*mengisi kekosongan waktu menunggu kapal jam 2 siang*

*tiga jam penyebrangan diisi dengan tidur*

Sesampainya di pelabuhan di karimun, kami dijemput mobil yang mengantarkan ke Cottage idaman kami. Setibanya di Omah Alchy kami disambut dengan welcome drink dan langsung berlarian menghabiskan sore di dermaga.
*supir angkot biasa tidur begini* 

*yang ini kenek nya yang tiduran*

*ni kuli bangunan biasa mandi di kali*
*foto kebutuhan sosial media*
DAY 3

Omah Alchy merupakan cottage dengan satu kamar ac yang jadi rebutan, 2 kasur di ruang tengah dan sofa multifungsi dengan sebuah kipas angin. Tentu saja saya sebagai koordinator mendapatkan tempat paling istimewa yaitu.. tidur di sofa.  Sofa nya sendiri langsung menghadap ke laut dengan jendela terbuka, sehingga angin laut yang ber-garam semakin membuat ‘nyaman’ (aku rapopo)
*kondisi ruang tengah di pagi hari*

*ada yang masih mimpi sambil ngelus-elus kopet*

*princess zahra dalam balutan daster dan bau upil*

*princess vera gegayaan lari pagi hanya demi pencitraan sosial media*
*sarapan nasi goreng ijo paling enak!*

*itu speed kok di dayung yaa*

Selesai sarapan, kami segera dijemput oleh Tour Leader dari kekarimunjawa.com menuju perahu yang akan mengantarkan kami trip di hari pertama. Semula perjanjian saya dengan pihak tour adalah private trip, tapi kemudian ada pasangan yang bergabung tanpa pemberitahuan sebelumnya. Berhubung kami tetap masih dominan, akhirnya saya memutuskan untuk tidak mengeluh

*semua pake baju putih meski ngga janjian*

 
*ibu-ibu rempong siap pake life vest*

  
*kapal nelayan seba manual dan tradisional*

 
*para ikan duyung*

Siang hari, kami istirahat di sebuah pulau yang lupa namanya. Anak Buah Kapal sibuk mempersiapkan makan siang, sementara kita sibuk menikmati pemandangan pulau dengan berbagai gaya.

  *ikan bakar tradisional*

*mencoba pose aerial yoga dengan duo princess arab*

Selesai makan siang kami lanjutkan perjalanan ke penangkaran hiu. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan langka, sayapun mencoba snorkling di kolam hiu dan merasakan sensasi berdebar-debar berenang sambil melihat hiu di sekeliling. Sayang sekali beberapa percobaan foto  underwater gagal. Padahal kan kata orang No Pic = Hoax!! Huhuhu..

*ini satu-satunya foto berenang dengan hiu.. dan itu bukan saya*

Selain penangkaran hiu, di tempat itu juga terdapat kolam yang dipenuhi berbagai jenis ikan, ada ikan pari, ikan kembung, kura-kura dll untuk diajak berfoto. Kasihan sih sebenernya lihat ikan-ikan itu dipaksa naik turun air ke daratan untuk diajak berfoto oleh pengunjung yang selalu berdatangan.

Di luar area parkir penangkaran hiu, ada penawaran untuk bermain donat-donatan. Dengan dengan membayar Rp 250rb untuk 5 orang, kamipun mencoba kembali memanasan suasana. Sayangnya satu orang harus berkorban karena tempat duduk terbatas. Di tengah perjalanan, saya sempat berceloteh dengan princess Vera dengan menyepelekan donat yang kami naiki karena serunya tidak seberapa. Obrolan kami seolah-olah sedang duduk santai di teras sambil meminum kopi.
Vera :“Nanti malam kita masak apa ya beb.. aku mau belanja ke pasar dulu” 
Lalu belum sempat saya membalas, WUZZZ...!! tiba2 Vera hilang dari tempat duduknya. Dia terlempar karena manuver donat hasil karya speed boat yang menariknya. Saya tidak bisa berhenti tertawa terpingkal-pingkal melihat muka sombongnya tadi berubah jadi memelas.
 
*persiapan bermain balon donat*

 
 *hasil foto Cq yang tidak kebagian seat*


*ini penampakan Vera yang kelempar dari tempat duduknya *

Selesai trip hari pertama, kami diantar kembali dengan perahu dan turun di dermaga khusus Omah Alchy yang langsung menuju Cottage kami. Ga henti-henti kami melambai-lambai cantik berharap difoto.

 
*biarpun capek tetep aja cerah ceria*

Selesai mandi, dinner romantis bersama diisi dengan memegang gadget masing2 demi alasan masing-masing, Ada yang masih ngurus kerjaan, ada yang chat sama pasangan, ada yang update sosial media, sedangkan saya sekali lagi memegang tugas khusus, seksi dokumentasi.

*menjauhkan yang dekat, mendekatkan yang jauh*
DAY 4

Paket trip hari terakhir merupakan trip setengah hari. Hari itu rombongan trip bertambah 3 orang laki-laki setengah baya dan merupakan trip full day hari pertama mereka. Tour Leader diam-diam memberikan penawaran menarik. Berhubung kami extend tempat tinggal untuk sat hari ke depan, maka dia menawarkan untuk gabung makan siang di pulau (artinya otomatis kami akan ikut semua spot snorkling dari member baru tadi) Rejeki rombongan sirkus, kami tidak perlu membayar uang tambahan untuk perpanjangan trip. Mungkin daripada kapal sepi kering kerontang karena hanya berisi lelaki-lelaki tua, lebih baik mengajak kami supaya suasana lebih berwarna.
 

 
*kembali mencoba pose aerial yoga*

*amatiran memang perlu banyak berlatih*


Selesai makan siang dengan para om-om habib, kami melanjutkan perjalanan lagi menuju pulau berikutnya sambil berhenti di beberapa spot snorkling. Sesampainya di pulau (lagi-lagi lupa namanya) kami menghabiskan sore dan menikmati sunset sambil memanjat kelapa.. pohonnya. 
Ntar ya fotonya lagi dicariin.. hihihi


DAY 5

Hari terakhir waktunya bersantai dan menikmati suasana seputar Omah Alchy. Biarpun tidak mengunjungi spot-spot snorkling dan trip ke pulau-pulau kecil, Omah Alchy memiliki lokasi dan fasilitas yang memungkinkan kita untuk berenang, bermain kanoe, atau sekedar bersantai di hammock. Kami juga sempat bertemu dengan pemilik Omah Alchy yaitu Mr. Frank yang kebetulan sedang berkunjung selama beberapa hari. Beliau sempat bercerita mengenai Yacht miliknya bernama Alcheringa yang sering dia gunakan untuk berpetualang di lautan lepas. Mr. Frank juga sedang membangun sebuah kapal baru di sebelah cottage dengan ukuran dua kali lebih besar dari Alcheringa. Untuk hari terakhir tidak banyak yang bisa saya jelaskan karena semua serba MENYENANGKAN dan FULL OF LAUGHTER!!

Monggo dinikmati aja foto-foto saya :

 *sarapan bertiga, satu masih tidur yang dua lagi lari pagi sosial media part.2*

 
 *suasana pagi di Omah Alchy*

 *si vera yang baru pulang running pengen ikutan saya dan cq utk canoe-ing*

*akhirnya cq cuma jadi juru kamera kita berdua*

*acting kapten kapal abal-abal*

*ini sih tukang cuci pura-pura sibuk*

*pembantu rumah tangga pura-pura keren*

 
*ceritanya ala video klip Pitbull*

*makan siang sebelum pulang.. gosong.. sedih..*

Thanks all my dear friends, Cq-Yoyo-Vera-Vie-Myself-Zahra
Karimunjawa is the best trip in my entire life
Unforgetable moment with you guys


BALI 25-26 JANUARI 2014

Lama sekali saya tidak posting di blog ini karena kepopulerannya memudar seiring ketidak-populeran saya. Sejak alamat saya www.ngatinishot.blogspot.com diambil alih oleh orang tidak dikenal yang ngotot tidak mau menggunakan nama lain, saya jadi hilang semangat dan rasa badan lemas letih lesu.. mungkin saja saya juga anemia. Dan inilah saya ngatini yang ga hot lagi (emang pernah hot?!) hanya sekedar mencoba mengabadikan koleksi foto , memori barangkali juga bisa dijadikan sharing pengalaman dan referensi dari beberapa perjalanan saya saat keluar dari rutinitas yang mainstream.
Here we go..

BALI CANTIK

Perjalanan Singkat 3hari2malam
*Dengan pesawat pagi termurah saya mendarat selamat dan dijemput manis oleh seorang teman yang tidak mandi dan pakai baju terbalik menuju ke rumah sepupunya yang kebetulan tinggal di Bali. Rencana membolang dengan menumpang di rumah sepupu gagal karena ada keluarga lain yang sedang menginap. Puji Tuhan Alhamdulillah  ada seorang teman yang baik hati dan tidak sombong serta berbudi luhur yang diluar dugaan telah memberikan sponsor.
Nih penampakannya waktu beliau sempat mengunjungi kami di hari kedua (maklum orang sibuk) 

*selain sponsor tempat menginap, masih dapat endorse merk ternama skingraft & ktz


ROCKBAR

Niatnya mau duduk cantik sambil liat sunset
Rockbar yang merupakan bagian dari Ayana Resort ini terletak di bawah tebing di pinggir laut, untuk menuju ke lokasi pengunjung harus menuruni tebing dengan menggunakan cable car yang terbatas penumpangnya. Pengunjung harus bersabar menunggu antrian dan jika anda tidak sabar antri boleh berbaris di Priority Line, syaratnya ‘hanya’ dengan menjadi tamu menginap di Ayana Resort. Sudah jelas saya akan tetap berada di antrian panjangnya.

*Sedikit pemandangan sepanjang jalan menuju pintu Rock Bar

*antrian menuju cable car

  *Rock Bar dari kejauhan, sayang lautnya kurang cantik karena ada noda hitamnya

Di tengah nongkrong cantik, awan hitam terlihat dari kejauhan, waiters dan waitress pun menyiapkan payung untuk masing-masing meja. Matahari yang pelan-pelan turun pun tertutup sinarnya.. lalu akhirnya… HUJANN DERASS!! Semua orang berhamburan mencari tempat berteduh.

*Saking gede angina, payungnya sampe kebalik


*Server yang galau mengarahkan tamu

*Sepasang turis yang tetap bertahan di tengah hujan
  
Berhubung kami berempat bukan pasangan, kami pun melanjutkan perjalanan menaiki satu per satu anak tangga mencari tempat yang teduh. Hujan berangsur reda dan kami pun menikmati sunset di side pool Ayana Resort.
Setelah sinar matahari semakin redup, kami mulai bertanya-tanya tentang cara pembayaran tagihan dari menu-menu yang kami pesan. Sepanjang perjalanan menuju lobby hotel kami terus mencari-cari seseorang dengan berseragam Rock Bar. Lalu sampailah kami di Resepsions Ayana Resort dan menanyakan tagihan kami di Rock Bar, tapi si resepsionis ini pun tidak tahu apa-apa dan sempat menawarkan untuk meninggalkan kartu identitas untuk kembali dihubungi bila sudah ada informasi.

*Entah apa yang sedang dipikirkan si baju kuning

(Kala itu) Dengan lugunya kami tetap ngotot untuk meminta tagihan, sampai akhirnya resepsionis menghubungi Rock Bar untuk segera naik ke Lobby dan menemui kami. Hampir 20 menit kami setia menunggu kedatangan salah satu waiter Rock Bar sambil membawa selembar print out order dengan total amount ±800 ribu rupiah. Kamipun segera membayar sambil berpikir dengan pikiran kami yang lambat. Beberapa hal yang kami cerna di kepala masing-masing :

1.       Pada lembar tagihan tertulis dan terbaca “BILL CANCELED”
2.       Kami tidak menerima lembar copy dari tagihan tersebut
3.       Tidak ada tamu Rock Bar lain yang menunggu di lobby untuk menyelesaikan tagihan
4.       Kesimpulannya ??

Sepanjang jalan menuju area parkir kami terus saja saling menyalahkan, berdebat dan mengumpat atas kejujuran kami yang tidak diikuti dengan tamu Rock Bar yang lain. Dan entah benar atau tidak, uang yang kami bayarkan pasti masuk ke laci omset dari Rock Bar atau berakhir di saku si waiter. Sampai akhirnya keputusan dari hasil debat kami adalah : “Semoga kejujuran dan tanggungjawab kami tergantikan nantinya” (tapi tetep aja gemes gak terima)
   

ELKABRON

Hari berikutnya masih tujuan wisata cantik El Kabron. 

*Sepanjang perjalanan disuguhi pepohonan hijau yang menyenangkan.

*Penunjuk arah menuju El Kabron Cliff Club

*El Kabron dari kejauhan


Setibanya di El Kabron ternyata masih belum buka. Opening hours 11.30 s/d 23.00 dan banyak terms and condition nya yang agak ribet. Ada beberapa pilihan tarif dengan fasilitas yang berbeda pula; Tidak boleh berfoto untuk tarif terendah, lalu boleh berfoto, boleh berenang, boleh berenang dan ambil foto. Duh.. rempong.. Dari informasi yang juga di dapat ternyata El Kabron adalah sebuah Cliff Club bukan Beach Club sama seperti di Rock Bar. (padahal sudah jelas di petunjuk arah) Kamipun semakin yakin untuk mengalihkan tujuan.

Setelah negosiasi alot, akhirnya kami sepakat menuju Karmakandara Resort  yang memiliki private Beach Club.

KARMAKANDARA

*Here we are


Sesampainya kami di sana, kami sempat ditolak karena tidak ada lagi tempat yang tersedia. Tapi kami bersikeras mengingat perjuangan yang tidak mudah menuu ke lokasi. Setelah memaksakan untuk waiting list, akhirnya kami dipersilahkan untuk menuju cable car setelah membayar Rp 250.000,- per orang dengan free cocktail.

*penampakan di atas cable car

*Satu-satunya warna biru yang jadi favorit


Sampai di bawah, serasa bukan berada di negeri sendiri dan cenderung merasa minder. Pengunjung lokal dapat dihitung dengan jari. Dan group kami adalah bagian kecil yang berpakaian paling lengkap. Mau main air di pantai pun jadi gak ercaya diri, alhasil kami hanya minum, makan dan duduk cantik di sofa sambil menikmati pelangi dan menunggu sunset yang tertutup mendung.

*Pelangi cantik bersebelahan denngan awan gelap

*Free land for Australian Freedom

Bosan menikmati Karma Beach, perjalanan berlanjut ke Kute. Berjalan kaki sepanjang kute berusaha mencari tempat makan yang memuaskan lidah dan perut. Maklum, makanan ala resort bukanlah favorit di lidah di perut, apalagi di kantong. 
Hujan derass kembali datang, sementara mobil yang kami tumpangi terparkir cukup jauh. Lalu datanglah mas security yang baru pulang kerja menawarkan tumpangan, alhasil kami berempat diantar dengan 2 kali trip dengan motor. Masing-masing trip berboncengan tiga dengan sebuah mantel hujan menuju rumah makan padang terdekat. Si ojek dadakan pun dengan setia menunggu kami selesai makan sambil berharap bisa mndapatkan satu saja nomer telfon kami. Setelah menyerahkan komplimen uang rokok sebagai tanda terimakasih, kami dengan sigap menghentikan taksi yang kebetulan lewat karena mulai khawatir resiko fans fanatik... haha

Sebelum kembali ke Hotel kami masih menyempatkan untuk duduk cantik sambil minum teh di salah satu cafe di Kute. Waktu menunjukkan jam 1 pagi, sedangkan dua diantara kami (termasuk saya), jadwal keberangkatan kembali ke Jogja jam 06.00 am. 

Sampai di hotel jam 2 pagi, dan kami sempat mengemasi barang dan mandi bergantian dengan niat tidak perlu mandi lagi saat berangkat ke bandara. Alarm terpasang

Jam 05.30
Entah kenapa tidak satupun dari kami yang mendengar alaram berbunyi. Dengan kecepatan maksimal masih setengah nyawa kami berlarian cek out dan order taksi menuju bandara. Yang makin menyebalkan adalah lokasi drop off taksi masih perlu berjalan cukup jauh menuju counter check in. 

Berlarian, tersandung dan jatuh sepertinya pemandangan yang lumrah di bandara pagi itu. Beberapa korban berjatuhan dan tidak diijinkan lagi untuk boarding. Termasuk kami berdua. Serasa kalah dalam peperangan, kami pun terdiam bermenit-menit sampai akhirnya memutuskan untuk membeli tiket untuk flight berikutnya dengan harga Rp 900 ribu rupiah.. kamipun semakin seperti korban kalah perang. Niat hati refreshing singkat, berakhir dengan kantong kering kerontang. 

Sampai di Jogja jam 12 siang, langsung persiapan berangkat ke kantor. dan.. SURPRISE!! Ternyata baru saya sadari ternyata di tengah hectic mengejar flight pagi.. saya lupa pake top underwear.. OMG!! (sorry, photo not avaiable)

Nih foto yang lain ajah yaa..


 xoxoxoxoxoxoxoxoxo

^^Me featuring Vera, Vivie and Amalia^^

SEKOTAK NASI KUNING

Aku melihat wajah sayu-nya yang terbakar.

Mimpi itu rasanya jelas sekali, mungkin wujud perasaan bersalahku yang besar sekali.

Alkisah sebuah bengkel kecil dan tambal ban di seputaran kota kecil. Si bapak sedang menambal ban motor dengan api yang menyala, si ibu mengisi bensin literan dengan botol tua yg tiba2 pecah tanpa disengaja. Si ibu terbakar tangannya dan api segera menyambar sepeda motor yang baru ditambal ban-nya. Si bapak berusaha menyelamatkan motor pelanggannya, tapi malah wajahnya ikut terbakar. Tidak ada korban jiwa, tapi malang bagi ibu dan bapak. Selain lengan dirinya dan istrinya terbakar, pemilik motor juga meminta ganti rugi yang pasti dirasa berat bagi pemilik bengkel dengan ukuran 3x5 meter itu.

Baru 3 hari saya berkantor di sebelah bengkel itu, setelah sekian minggu kejadian berlalu. Tiba-tiba si bapak datang dengan muka sendu dengan sisa-sisa luka bakar dan menyerahkan 4 bungkusan makanan sebagai rasa syukur atas berlalunya cobaan yang baru dialami keluarganya. Nasi kuning dengan ayam goreng tepung dan kering tempe ditata cantik di sebuah wadah putih.

Aku bawa pulang dan berencana menikmatinya dengan hampir tidak sabar. Karena rasa kagum terhadap niat tulus si Bapak dan keluarga. Meskipun dengan kehidupannya yang SANGAT sederhana, dia masih ingat untuk berbagi.

Cerita ini kutulis sebagai tanda maaf ku ke si Bapak karena sudah menyia-nyiakan makanannya yang berharga. Aku hampir takut dihantui rasa bersalah mengingat sekotak nasi itu adalah hasil jerih payah-nya yang jujur..

Maaf ya Bapak dan Ibu Bengkel, semoga keluargamu dapatkan balasan yang indah, dan aku dapatkan balasanku sendiri nanti :(

Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

TARGET??

2011

Sampai dengan tahun ini aku tak pernah punya rencana ataupun target dalam hidup, bahkan cita-cita pun aku sulit untuk menentukan pilihan.

Tahun ini umurku (ternyata) akan menginjak angka 27 tahun. Aku masih merasa seperti remaja dan belum cukup dewasa untuk memikirkan hal-hal yang rumit sampai dengan hari ini, dengan sangat mengejutkan ibuku bertanya dengan setengah tertawa “Teman-temanmu sudah menikah dan punya anak.. Gimana rencanamu? Kapan targetmu? Kok sekarang malah gak punya pacar”

Aku merasa geli dan konyol saat pertanyaan itu terlontar. Seperti anak SMA yang ditanya ibunya tentang laki-laki yang akan jadi pendamping hidup selamanya, canggung dan aneh.

Aku teringat perbincangan ku dengan seseorang mengenai target. Target makan, target hidup dan target menikah. Saat itu aku juga merasa geli, karena menikah adalah jauh dari angan-anganku dalam waktu dekat. Seolah aku masih punya waktu 10 tahun lagi untuk menjalani hidup bahagiaku sebagai seorang lajang.

Saat ini mungkin waktu yang tepat buatku untuk menetapkan keinginanku untuk hal yang satu itu. Ketakutan-ketakutan akan sakit yang mungkin terjadi dalam pernikahan mungkin memang sudah waktunya untuk dikesampingkan.

“Gimana kalau dia melukaiku?”

“Gimana kalau dia selingkuh”

“Gimana kalau dia meninggalkan aku?”

“Gimana kalau dia mati?”

Jawaban dari semua pertanyaan tadi (mungkin) adalah akhir dari hidupku, akhir dari duniaku.

Tapi mungkin juga aku bakal menyesali hidupku kelak andai pertanyaan-pertanyaan itu terus menjadi tembok penghalang untuk jalanku.

I gotta risk love or end up misserable and lonely.

Lalu sekarang, pertanyaan paling mendasar adalah, dimana lelaki yang tepat? Gimana cara menemukannya? Siapa dia?

Mencari pasangan hidup jauh lebih sulit dari menemukan sepasang sepatu yang cocok untuk kaki, mencari sebuah gaun yang sesuai dengan bentuk tubuh, menentukan potongan rambut yang pantas dengan bentuk wajah, menetapkan kosmetik yang tepat dengan jenis kulit atau memperoleh barang kualitas nomer satu dengan harga diskon super *kok makin gak relevan?*

Saat ada seseorang yang mencintai dengan tulus, kita (mungkin) menghindar dan lari sejauh mungkin darinya. Dan saat kita mencintai seseorang, (mungkin) orang itu tidak benar-benar tulus mencintai kita.

Ahhhhh... susahnyaa...

Mikir berat malah bikin ngantuk..

Tidoorrrr ajaa... ^,^

Untuk Semua Ibu

Pagi tadi aku baru saja mendapatkan kabar duka cita dari pulau seberang. Salah satu sahabatku bernama Rina Kemalasari atau yg sering dipanggil Linq2 baru saja kehilangan ibunda tercinta secara mengejutkan. Dalam hitungan detik dunia bisa saja tiba-tiba berubah.

Saat itu juga aku membayangkan jika itu terjadi padaku..

Meskipun aku sering kesal dengan betapa sering gak nyambungnya beliau, betapa suara 5 oktafnya yg sungguh annoying (seperti suaraku), betapa old fashioned dan tidak modisnya beliau atau betapa beliau tidak mengerti perkembangan dunia masa kini. Diluar semua kelebihan yg aku sebut tadi, sebenarnya beliau menyimpan kemuliaan yg menurutku sangat luar biasa. Tapi sepertinya hanya sedikit yg diwariskan padaku.

Beliau menikah di usia yg cukup muda dan sampai sekarang masih (dan akan selamanya) bertahan disamping suaminya yg unik meskipun aku yakin tidak mudah untuk menjalaninya. Hebat karena beliau bisa betah ada dirumah seharian untuk mengurus rumah dan anak-anaknya, amat sangat jarang beliau meminta waktu untuk sekedar istirahat dari rutinitas ibu rumah tangga dengan hang out bersama teman-temannya (atau bisa dikatakan beliau tidak punya banyak teman) Beliau juga tidak punya obsesi terhadap keindahan duniawi, semua hidupnya hanya untuk keluarga. Beliau juga tak pernah mengeluh ketika masakannya tak laku dan akhirnya menjadi menu nya selama dua hari. Dan yang paling penting beliau juga jadi Switzerland (kubu netral ) yg menjadi penjadi benang merah antara sebagian besar anak-anaknya terhadap bapaknya.

Di satu sisi aku tak ingin menjadi beliau yg naif, tapi disisi lain aku juga berharap karakternya terselip dalam diriku suatu hari nanti ketika aku berkeluarga (tentunya dengan sedikit modifikasi) Karena sepertinya aku bukan old fashined woman yg bisa menerima posisi subordinate terhadap pasangan,bukan pula tipe yg betah berada dirumah tanpa keluar dari rumah untuk sekedar window shopping.

Beliau sungguh tipe ideal dari seorang istri yg banyak diharapkan laki-laki, meskipun laki-laki seringkali tidak mengimbanginya dengan dedikasi yg sama. Beliau juga karakter sempurna dari seorang ibu, meskipun seringkali anak-anaknya terlihat kerap melukainya dengan sikap dan kalimat yg tidak sepantasnya.

Untuk semua itu, sungguh aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpa eksistensinya di dunia yang indah tapi juga cukup kejam ini.

Untuk sahabatku Linq2 dan sahabat-sahabatku yg lain yg telah kehilangan ibunya, meskipun raga ibu sudah menghilang cobalah hidupkan jiwa dan semangat mereka dalam diri kita. Jadikan panutan yg membakar semangat untuk melanjutkan perjuangan dan cita-cita, juga menjadikan kita lebih kuat dan tegar mengadapi hidup.

Salam cinta untuk semua ibu di dunia.. *big hug and deep kiss for mommies*
Regards,

AKU TAKUT MATI

Dua hari sudah saya eksis di rumah sakit menunggu Big Boss yang untuk pertama kalinya butuh pertolongan mbak-mbak perawat yang cantik.. meskipun akhirnya tetep dapat mas-mas yang tidak begitu tampan.
Satu kali saya melihat mbak-mbak dan mas-mas perawat mendorong tempat tidur di salah satu lorong. Diatasnya terbaring tubuh kurus yang berbalut kain dari kaki sampai kepala, pasti tubuhnya dingin dan tak bernyawa.
Beberapa menit kemudian, mbak dan mas perawat tadi kembali dengan kasur yang sudah kosong.. Mereka tertawa dan bercanda dengan teman perawat lain tentang tubuh kurus berbalut kain dan tak bernyawa tadi. Sang teman bertanya kemana gerangan mereka 'menyingkirkan' tubuh dingin dan kaku itu.

Saat itu saya membayangkan tubuh sayalah yang terbalut kain, rasanya semua di dunia ini menjadi tidak berarti lagi, bahkan jasad pun kelak tak ada nilainya.
Sungguh saya takut mati, saya takut tidak bisa lagi merasakan indahnya hidup di dunia yang kejam ini. Saya suka tertawa, saya suka juga menangis..
Saya juga menikmati setiap rasa sedih, rasa pahit, gundah, galau dan marah.
Saya ingin sekali merasakan dan menikmati segala perasaan manusiawi yang saya miliki, sampai akhirnya saya benar-benar mati rasa di dalam liang yang dingin.

Tulisan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Big Boss, beliau sehat dan akan segera pulang kerumah.. ini hanya pemikiran sesaat dari diri yang mencoba ingin mencicipi dunia lebih baik lagi karena ternyata ada yang disebut 'kematian' dan sepertinya tidak menyenangkan.


Featured Post